Trisakti Institute of Tourism Library
Wisata gastronomi Betawi di DKI Jakarta memiliki nilai identitas budaya dan potensi ekonomi, namun promosi digital belum terintegrasi, pemanfaatan platform digital masih parsial, narasi budaya tidak konsisten, dan tata kelola ekosistem (pemerintah, UMKM, komunitas, media) belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model strategi berbasis teknologi dengan menguji peng ruh\\r\\ndigita…
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana penggunaan Augmented Reality (AR) memengaruhi persepsi wisatawan terhadap keaslian dan perilaku pencarian hal baru, serta dampaknya pada niat membeli makanan etnis Banten dan niat mengunjungi Banten sebagai destinasi wisata. Fenomena yang mendasari penelitian ini adalah penurunan jumlah wisatawan di Banten dalam beberapa tahun terakhir, yan…
Pada tahun 2010 pemerintah Ubud–Gianyar mengubah image-nya dengan branding sebagai destinasi kuliner dan kemudian wisata gastronomi, mengingat makanan adalah salah satu aspek budaya yang akan menguatkan citra pariwisata budaya Ubud. Rencana ini menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Ubud yang setiap tahunnya dikunjungi oleh 3 juta wisatawan atau 17% dari total wisatawan ke Bali…
Wisata Gastronomi telah menjadi salah satu wisata yang wajib pada saat berwisata dan menjadi daya tarik dalam industri pariwisata. Wisata gastronomi merupakan wisata yang sudah sangat berkembang saat ini, tetapi masakanih sedikit tempat-tempat di Kota Palembang menyediakan wisata khusus Gastronomi dimana wisata Gastronomi memfokuskan wisatawan untuk menambah wawasan edukasi mengenai sejara…
Coto Makassar biasa disantap dengan ketupat atau burasa, dan dilengkapi juga dengan sambal taoco. Penggunaan taoco ini memperkuat dugaan kalau makanan ini dipengaruhi oleh makanan Cina yang sudah dikenal pada abad ke-16. Diduga juga kalau Coto Makassar sudah ada sejak zaman Somba Opu, pusat Kerajaan Gowa, yang pernah berjaya pada tahun 1538. Agak disayangkan, sebagai makanan yang sudah ada …